Spesies Baru di Laut Antartika
Beberapa waktu lalu, para peneliti dari Universitas Oxford, Inggris berhasil mengeksplorasi Laut Antartika. Mereka mengatakan bahwa di laut tersebut terdapat spesies baru yang hidup di sekitar gunung berapi bawah laut. Hal ini memang sempat mengagetkan. Pasalnya, gunung berapi itu kerap menyemburkan asap hitam panas yang mampu melelehkan timah. Seperti apa spesies yang tahan berada di lingkungan tersebut, ya?Untuk mengobservasi laut tersebut, para peneliti menyelam menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV) (robot bawah air yang dikendalikan dengan remote control). Beberapa spesies baru ini ternyata dapat dilihat dengan mata telanjang. Beberapa diantaranya adalah:
Kepiting Yeti

Spesies ini paling banyak jumlahnya dan ditemukan menumpuk di kedalaman Antartika. Karena memiliki bulu berwarna putih seperti monster yeti (sejenis primata kutub berukuran besar yang menyerupai manusia), maka spesies ini diberi nama kepiting yeti. Spesies baru ini memiliki panjang tubuh sekitar 16 sentimeter.
Gurita Pucat
Spesies ini ditemukan di kedalaman 2400 meter. Bentuknya memang menyerupai gurita pada umumnya, tapi warnanya jelas berbeda. Soalnya gurita ini berwarna putih pucat seperti hantu, hihihi. Hingga saat ini, gurita pucat masih diidentifikasi
Anemon Laut
Anemon Laut ini wujudnya memang “cantik”. Warna-warninya bikin anemone ini mudah dikenali. Spesies ini ditemukan diantara kegelapan dan kebulan asap hitam di gunung bawah Laut Antartika ini.
Mauito – Foto: IstimewaKlik juga yang ini: