
Apa jadinya kalau di sekolah ada pelajaran “Menjadi Orang Tua Bayi”, plus pakai boneka bayi, yang bisa nangis, lapar sampai buang air? Seru banget!
Yap, Parenting class seperti ini sudah banyak di sekolah-sekolah di Amerika, Eropa, bahkan di beberapa sekolah international di Indonesia. Di kelas tersebut, para siswa langsung praktek menjadi orang tua dengan boneka bayi yang menjadi “anak”nya. Dalam proyek yang disebut dengan Baby, Think It Over ini, masing-masing siswa akan mengasuh satu anak. Bisa juga dibagi berpasangan dimana para siswa cowok berperan sebagai ayah dan cewek sebagai ibu. Kemudian, selama sekitar seminggu mereka harus merawat 'anak' tersebut, serta menuliskan laporannya.
Gampang? Nanti dulu! Boneka Baby Think It Over nggak semudah itu “ditaklukkan”. Soalnya, boneka-boneka tersebut sudah diprogram seperti bayi beneran yang bisa nangis hanya karena ingin digendong. Boneka itu harus dikasih makan teratur, bahkan bisa buang air dan harus dibersihkan. Dan jika kita nggak merawatnya dengan baik, seperti lupa kasih makan, bisa ketahuan. Nah lho! Nggak cuma itu, sebagai orang tua, siswa juga diharuskan membuat semacam jadwal harian dan rencana masa depan untuk keluarga.
Melalui kelas ini kita bisa merasakan betapa susah dan repotnya menjadi orang tua. Makanya, Baby, Think It Over ini dijadikan salah satu program kampanye anti seks bebas dan teen pregnancy. Kabarnya, di beberapa negara program ini dianggap efektif menurunkan tingkat kehamilan remaja, sekaligus meningkatkan empati dan kesadaran para siswa.
Tisam - Foto: Istimewa