
Namanya juga kakak, tentu kita berharap bisa dapat contoh yang baik darinya. Tapi, entah kenapa, kakak kita justru tipe yang cuek banget soal urusan keluarga. Selain nggak pernah ada di rumah, dia juga nggak pernah mau ikutan arisan keluarga atau menemani Mama ke kawinan. Alhasil, tanggung jawab sebagai anak jadi sering kita tanggung sendiri. Sebal banget deh! Mesti gimana ya? Curhat HalusKalau kita nggak bilang, kakak mana mungkin tahu kekhawatiran dan kekesalan kita. Makanya, coba deh secara halus kita mencurahkan uneg-uneg ke kakak supaya dia tahu kalau kita juga sebenarnya pengin dia terlibat dalam urusan keluarga. Usahakan pilih waktu yang pas, ketika mood-nya sedang baik dan ungkapkan dengan bahasa sehalus mungkin sehingga dia nggak berpikir kalau kita lagi mengkritik dan memprotes dia.
Perlihatkan SerunyaSalah satu alasan kenapa selama kakak cuek sama urusan keluarga adalah pikiran kalau acara atau urusan keluarga itu selalu ribet dan membosankan. Nah, kita bisa bantu memperlihatkan sisi serunya. Misalnya sesekali pamerkan hadiah-hadiah yang kita dapat dari arisan keluarga atau acara kumpul keluarga lainnya.
Tunjukkan Dia PentingTunjukkan kalau si kakak adalah bagian dari anggota keluarga dan kalau dia sebenarnya dibutuhkan di keluarga. Soalnya bisa saja kan, selama ini dia berpikir karena sudah ada kita, Mama Papa nggak butuh lagi orang untuk diandalkan. Buat dia merasa penting, supaya dia mau mulai aktif dan peduli sama keluarga. Cara paling mudah adalah meminta pendapatnya soal tujuan liburan bareng keluarga.
Libatkan LangsungAjak dan libatkan dia langsung ke dalam acara keluarga. Mungkin saja selama ini dia mau terlibat tapi terlalu gengsi buat bertanya atau karena nggak ada yang mengajak. Makanya, sesekali kita bisa mengajak dia terlibat dengan cara meminta tolong ke dia untuk menggantikan tugas kita buat ikut ke arisan keluarga atau jadi panitia pernikahan sepupu.
Marissa - Foto: IstimewaKlik juga yang ini: