
Suka gemas nggak sih, melihat adegan sinetron? Tokoh baik dianiaya tapi cuma bisa diam saja, atau anak kembar yang berpisah dari lahir dan nggak ketemu-ketemu. Iiiiih, gemaaas! Nah, berbekal pengalaman menonton sinetron selama ini, kita harus lebih “kreatif” dan “sigap” jika menghadapi masalah serupa.
Adegan standar: Kakak kelas antagonis beserta geng mau melabrak dan mengeroyok kita di sekolah. Sebagai korban, orang yang teraniaya biasanya cuma bisa menangis.
Versi kita: Pura-pura pingsan atau kesurupan sebelum si kakak kelas jahat beraksi. Dijamin mereka batal ngerjain kita.
Adegan standar: Sering nggak sengaja ketemu si cowok ganteng, dan selalu berakhir berantem tanpa alasan jelas. Tapi kalau nggak ada dia, merasa ada yang “hilang”.
Versi kita: Segera menyadari kalau kita memang suka sama cowok itu. Ambil langkah pedekate, tapi jangan terlalu agresif.
Adegan standar: Diajak kenalan sama cowok, dan kita pun “jatuh cinta”. Eh ternyata cowok itu bohong soal identitasnya. Biasanya, dia anak musuh keluarga atau udah punya pacar.
Versi kita: Sebelum memutuskan suka, kumpulkan info sebanyak-banyaknya. Tanya nomor telepon, sekolahnya juga twitter dan facebook-nya. Jadi, bisa di cek dan ricek.
Adegan standar: Kembaran terpisah dari lahir. Sebenarnya, sudah sering hampir bertemu karena berada di lingkungan yang berdekatan. Tapi, sampai episode ke-113 pun, alias lamaaa banget, fakta tersebut nggak terungkap juga.
Versi kita: Begitu berpapasan sama orang mirip sama kita atau ada yang bilang kalau kita sangat mirip dengan seseorang, perhatikan baik-baik. Kalau memang mirip, segera laporkan ke ortu dan langsung cek DNA. Alhasil, semua akan lebih cepat beres.
Adegan standar: Ada orang yang pura-pura baik tapi sebenarnya jahat. Ciri khasnya, dia suka berlagak sedih, tapi begitu balik badan langsung senyum culas. Biasanya, mereka gampang mengelabui orang.
Versi kita: Begitu orang tersebut pasang tampang sedih atau merana dan balik badan, coba dengan gerak cepat kita pindah posisi untuk melihat ekspresinya. Atau, kerjasama sama sobat terpercaya, untuk secara sembunyi-sembunyi melihat ekspresi orang tersebut. (Tisam/ Istimewa)