Mitos Seputar Merawat Kucing Kesayangan

Siapa sih yang nggak gemas melihat binatang berbulu yang sudah menjadi binatang peliharaan sejak tahun 6000 SM ini? Bulunya yang lembut dan matanya yang innocent seakan membuat kita ingin selalu memelihara dan menyayanginya.
Tapi, tahukah kamu? Ternyata banyak mitos yang berkembang seputar hewan pembersih ini. Kalau salah menyikapi, bisa-bisa berakibat buruk buat kucing kita. Ini dia beberapa mitos yang sering beredar.
Susu baik untuk kucing.
Salah! Memang, kucing akan dengan lahapnya menghabiskan susu yang kita berikan. Tapi banyak kucing yang nggak bisa mencerna laktosa dalam susu sapi. Hal inilah yang kadang membuat kucing kita diare. Lebih baik, beri dia air putih saja.
Menggunting kuku itu nggak menyakitkan buat kucing.
Salah! Kucing merasa sakit kalau kukunya dipotong, dan rasa sakit ini bertahan bisa sampai seminggu setelahnya. Beberapa pemilik kucing bahkan merasa kucingnya berubah kepribadian setelah dipotong kukunya. Si Kucing menjadi gugup, penakut, dan susah didekati.
Normal kalau kucing suka makan rumput.
Benar! Kucing memakan rumput saat merasa perutnya nggak enak. Mereka juga makan rumput untuk memenuhi kebutuhan dietnya. Hihihi, gaya, ya?
Kalau kucing mendengkur, PASTI dia lagi senang.
Salah! Karena terkadang beberapa kucing juga akan mendengkur bila dia sakit, terluka, terancam, atau sedang stres.
Kucing selalu ’mendarat’ dengan kakinya.
Salah! Nggak selamanya kucing mendarat dengan kakinya saat terjatuh. Kucing memang akan otomatis memutar badan dan mendarat pertama dengan kakinya apabila jatuh dari tempat yang rendah. Tapi, kalau ’terjun bebas’ dari tempat yang cukup tinggi, kucing pun bisa menderita luka serius, lho.
(Dea/ Istimewa)