The Luxurious Street Style
Dua brand anak muda yang keren banget, nih. Wajib banget buat para street styler.
Banyak sekali brand anak muda yang bermunculan. Semuanya ditujukan buat para street styler yang nggak hanya sekadar mementingkan kenyamanan tetapi juga sense of fashion. Koleksi mereka makin keren dan punya nilai prestise tinggi bagi pemakainya. Seperti, dua brand ngetop ini.
Billionaire Boys Club & Ice Cream
Billionaire Boys Club (BBC) dan Ice Cream (IC) adalah dua clothing line dengan koleksi luxurious high-end sportswear. Otak di balik brand beken ini adalah Pharrell Williams, yang sudah eksis sebagai seorang penyanyi, pencipta lagu, produser sekaligus rapper yang super fashionable. Pada tahun 2005, Pharrell dan Robert Walker (manager-nya) bekerjasama dengan fashion icon Jepang, Nigo (pendiri label A Bathing Ape).
Mereka membuat clothing line yang terdiri dari T-shirt, denim, sweatshirt, polo shirt, suits, topi, sneakers, pakaian dalam, kaos kaki, dan aksesoris. Semua item itu hanya dalam jumlah terbatas, dibuat dengan bahan dasar yang paling berkualitas dan diproduksi di Jepang. Penggabungan desain yang unik dengan warna yang cerah, dipengaruhi juga gaya vintage dan klasik, merupakan ciri khas dari produk ini.
BBC dan IC juga tercatat sebagai yang pertama kali mengenalkan “all over print” dan menginspirasi banyak clothing line lain untuk menggunakan motif ini. Mereka juga sudah berencana untuk menciptakan tren baru dan menambah desain serta ukuran buat cewek-cewek, lho!
A Bathing Ape (BAPE)
Brand yang berlogo kera ini sering disingkat BAPE adalah clothing line Jepang yang telah mendominasi street style di Tokyo. Dan sekarang telah menyebar ke Amerika Serikat, Eropa, bahkan Indonesia. Pendirinya, Nigo adalah seorang DJ, drummer, dan fashion designer yang mengkhususkan koleksi produknya pada luxurious streetwear. Nama A Bathing Ape sendiri dipilihnya dari istilah bahasa Jepang yang berarti gaya hidup mewah para anak muda di Tokyo.
Sejak clothing line ini didirikan 10 tahun yang lalu, BAPE telah mengubah masyarakat Tokyo menjadi monkey maniacs (penggila kera). Koleksinya seperti T-shirts, topi, celana, aksesoris, dan hoodie dapat dilihat dimana-mana, bahkan pada kaleng Pepsi. Kesuksesan yang diperoleh BAPE ini juga didukung oleh taktik pemasaran yang eksklusif dan menggunakan bahan yang sangat sulit ditemukan. Jadi, nggak heran kalau BAPE digilai para street styler di seluruh dunia. (Leoni)