Filosofi Olahraga Rizki “ALexa”

Rizki, sang gitaris Alexa tahu banget rasanya menggeluti sebuah olahraga tapi nggak pernah bisa jago. Untunglah dia punya teman yang mampu merubah cara pandangnya dalam berolahraga.
“Dari umur 11 tahun gue senang melihat orang main skateboard. Dan begitu mencoba pertama kali main skateboard gue menemukan rasa yang seru banget,” jelas cowok berkulit putih ini. Walaupun dia sudah lama memendam rasa cinta dengan papan seluncur itu, cowok yang berambut gondrong ini mengaku kalau ia nggak jago berakrobat dengan skateboard-nya.
“Gue hobi main skateboard. Tapi bukan berarti gue profesional skateboarder. Gue cuma bisa meluncur dan jatuh doang. Hahaha…” kata cowok yang tingginya 175 cm ini. “Tapi bagi gue itu sudah cukup. Soalnya teman-teman gue yang jago main skateboard suka bilang, walau gue nggak nggak bisa berbagai macam atraksi dengan papan seluncur ini, tapi kalau gue memang menyukainya, ya sudah main aja terus. Yang penting menghibur walaupun nggak jago,” sambung Rizki lagi.
Selain skateboard, cowok kelahiran 4 Juni 1983 ini mengaku juga pernah menekuni berbagai macam olahraga lainnya. Antara lain wall climbing, sepakbola dan tinju. “Dulu waktu masih kuliah, gue wall climbing hampir setiap minggu. Sekarang, kalau gue ikut wall climbing gue jadi nggak bisa menggenggam gitar. Karena wall climbing itu akan menarik banyak otot dari tangan,” ungkap cowok lulusan Ilmu Fisika & Matematika University Of Sydney ini. (Adisti.Foto: Dok. Femina Group)