when 24 hours a day is barely enough...
saat ini, gue (dan banyak teman-teman redaksi GADIS lainnya) lagi dalam masa-masa penuh kehebohan, dengan suasana hectic yang kadang pengen bikin teriak saking overload-nya otak ini hehehe *sedikit lebay*
saat ini, adala

h satu dari sekian banyak saat dimana waktu 24 jam sehari masih kurang untuk mengerjakan ini-itu. well, tapi setelah gue ingat-ingat lagi, bahkan di weekend pun gue merasakan hal ini. dan ternyata, intinya cuma 1: waktu 24 jam berasa nggak cukup karena gue pengen banget melakukan dan menyelesaikan banyak hal sekaligus, dalam satu hari itu.
padahal, semua pasti butuh proses, kan? agak mustahil untuk semua hal bisa beres dalam hitungan 24 jam saja. sayangnya, gue sering melupakan hal penting soal proses ini karena sudah dicekoki dengan berbagai budaya instan.
huhuhu... dengan pikiran ini (hal-hal nggak akan selesai hari ini juga), gue jadi memutuskan untuk pulang kantor aja deh. udah gelap nih.
*hehehe, jadi intinya, cuma mau ngomong pulang kantor aja kok jadi ngalor-ngidul gini ya?? lebay! lebay!*