Mengalahkan Diri Sendiri
16 January 2012 - 17:17 WIB    By : MarissaSaraswati
1

Your biggest enemy is yourself.

Sebelum mengalaminya sendiri, aku selalu berpikir kutipan ini hanya sekedar kutipan.  

Musuh terbesarku muncul ketika aku ikut kursus selam. Sejak dulu aku selalu terpesona sama laut. Tapi, baru belakangan ini muncul keinginan untuk melihat lebih dalam ke bawah laut. Makanya, aku pun memutuskan buat ikutan kursus selam.

Sebelum benar-benar terjun ke bawah laut, ada beberapa sesi kolam untuk membiasakan diri dengan berbagai peralatan dan kondisi di bawah laut nantinya. Di sinilah musuh besarku itu mulai mengendap-endap dan menakuti.

Dengan latar belakang penyakit asma yang aku punya sejak umur 6 tahun, salah satu ketakutan terbesarku adalah kehabisan udara. Makanya, berada di ruang sempit pun terkadang bisa sedikit menyiksa buatku.

Menyelam menuntutku bernapas lewat mulut dengan sebuah alat yang disebut regulator. Sebenarnya prinsip ini sama dengan snorkeling yang sudah sering aku lakukan. Ketika snorkeling, aku masih bisa melihat jelas permukaan dan kapan saja bisa naik untuk mengambil udara. Tapi, berbeda dengan menyelam. Selain kedalamannya, kita juga nggak diperbolehkan naik langsung ke permukaan. Soalnya perbedaan tekanan yang langsung berubah bisa membahayakan kita.

Alhasil, kepanikan terjadi di percobaan pertama dan beberapa percobaan awal lainnya. Aku sempat terpaksa dipisahkan dari kelompok untuk menenangkan diri. Padahal setelah dipikir-pikir lagi, kedalaman kolam yang hanya 5 meter bukanlah masalah besar. Makanya, aku pun nekat mencoba lagi dan perlahan-lahan mulai merasa nyaman di bawah air.

Ketika ketakutan itu muncul, dalam pikiran segera muncul berpuluh-puluh tembok secara otomatis yang menghalangi kita dan mengatakan kita nggak mungkin bisa. Tapi, begitu kita membuat langkah awal, tembok-tembok itu bakal runtuh dengan sendirinya.

 
 

ddiiaann Wrote On 27 Jan 2012
kak Bobby bijaksana banget siihh ;)
Dengan Meng-klik tombol 'kirim' berarti kamu telah menyetujui Privacy Policy dan Disclaimer Kami.