Truk Antar Kota
24 February 2010 - 17:36 WIB By : SophisticatedOni
2Rabu, 24022010
Pernah singgah ke tempat nongkrong anak-anak gaul yang nyediain menu
utamanya pizza dan ada bir ber-flavour alias ada rasanya? Tempatnya sih
bagus, keren dengan mengusung tema pop art yang juga identik dengan
icon kartun vintage, seperti gambar perempuan berambut blonde berbibir
tebal dan bermata indah.
Awalnya gw merasakan suasana yang menyenangkan ditambah juga dengan
interior yang klop dengan konsepnya. Meja dan bangku kayu, sampai
pemakaian bungkusan tempat menaruh sendok, garpu, dkk-nya pun dikemas
sangat menarik. Bermodal kertas daur ulang berwarna coklat yang diberi
print tulisan yang pada intinya (kalo ga salah inget nih): "Open Me"
trus ada gambar perempuan di bawahnya. Isinya ya itu, sendok dkk.
Pertama ngeliat ini memang menarik dan gw pikir sangat kreatif yah..
Mengacungkan jempol deh untuk saat itu.
Tapi tibalah saatnya di mana gw merasakan konsep itu jadi berlebihan.
Pernah ke setiabudi building? Nah, di situ kan tempat gaul yang gw
ceritain tadi akan dibuat tuh, tp masih dalam keadaan re-dress.
Sewaktu melintas di depannya gw melihat gambar perempuan blonde tadi
sedang berpose agak mengundang (menurut gw) dan ada tulisan di
sebelahnya (kalo ga salah inget juga) yang berbunyi: "Of cousre i love
you, Thats why come and get my pizza and beer!"
Hmmmm.....otak mulai berputar dan berpikir negatif tentang ini. Kenapa
sih oh kenapa? Harus yah itu perempuan mengeluarkan kata-kata seperti
itu? Harus yah menggunakan icon perempuan itu sebagai penggoda?
Bukannya sok mau membahas gender, tapi kok yah gw merasa posisi
perempuan di sini selalu dijadikan objek yang mengundang dan jujur gw
agak sedikit kesal dengan gambar dan tulisan itu.
Memang itu hanya sebuah gambar, tapi gambar itu merepresentasikan
seorang perempuan yang berbadan indah (montok kalo bahasa sedikit lebih
vulgarnya), berbibir seksi dan bermata indah yang berusaha menggoda
orang supaya datang ke tempatnya. Dan gw merasakan itu menjual
tubuhnya.
Kalo memang di restoran sekelas itu yang menjadi tempat nongkrong
paling hip di Jakarta menggunakan gambar perempuan seksi sebagai
iconnya dengan tulisan yang sedikit menggoda, lalu apa bedanya itu
dengan truk pengangkut antar kota yang belakangnya dihias dengan gambar
perempuan seksi yang juga berpose serta berisi tulisan mengundang?