Pacar Pertamaku
12 February 2010 - 12:28 WIB By : adistidaramutia
1Tadinya gw ga kepikiran pengin menuangkan kisah ini ke
blog, karena gw ga suka mengumbar kisah pribadi gw ke hadapan publik
(yeaaaaaaaaaah riiiiiite!). Tapi setelah dalam sebuah istirahat siang
gw cerita hal ini ke Asri yang kemudian menghasilkan kita berdua ngakak
abis, maka gw terpikir untuk menuliskan hal ini ke blog.
Ini adalah cerita tentang pacar pertama gw.
Sebut saja namanya Mawar(lho? kaya Poskota!) Oke, oke kita ganti
namanya. Karena dia berkelamin cowok, makanya kita kasih namanya Mawor.
Alkisah di sebuah perumahan di Bekasi hiduplah seorang cewek
yang bertampang manis. Cewek itu adalah gw. Cewek Manis yang masih
duduk di bangku kelas 3 SMP itu sedang menunggu masa masuk sekolah
kembali. Soalnya setelah kepulangannya dari Paris, Cewek Manis itu
belum bisa langsung melanjutkan sekolah karena berbagai birokrasi yang
berbeda dari kedua negara. Maka pada masa kekosongan pendidikan itu,
Cewek Manis itu menghabiskan waktunya dengan bermain dengan anak-anak
sekitar perumahannya tiap sore. Apalagi waktu itu memang musim libur
sekolah. Maka Cewek Manis itu nggak pernah kesepian dan merasa rindu
dengan mangkuk pendidikan yang selalu ingin ia reguk.
Aah...memang benar pepatah Jawa yang mengatakan witing tresno jalaran soko kulino
yang artinya cinta bersemi lantaran sering bertemu. Cewek Manis itu
jatuh hati kepada cowok bernama (seperti yg telah kita sepakati tadi,
sebut saja dia ) Mawor. Ia adalah salah satu teman bermainnya di
perumahan tersebut. Di mata si Cewek Manis, Mawor adalah sosok yang
cool dan suka menghormati orang lain. Hal itu cewek manis simpulkan
dari iritnya kata-kata yang keluar dari mulutnya dan kesukaan Mawor
untuk memegang lututnya ketika menunggu yang membuat ia selalu tampak
seperti sedang berposisi hormat ala orang Jepang.
Perasaan
naksir itu cewek manis sampaikan kepada Irma, sahabatnya sedari kecil.
Irma pun selayaknya sahabat yang baik dan pintar menjaga rahasia, rajin
sekali ngecengin dan menyampaikan salam si Cewek Manis ke Mawor. Tentu
saja Cewek Manis akan menanggapinya dengan malu-malu sok marah ke Irma
tapi dalam hati senangnya bukan main kalau Mawor jadi suka menatapnya
diam-diam.
Tapi perasaan senang itu tidak berlangsung lama.
Karena ketika si Cewek Manis mengetahui kalau Mawor masih duduk di
bangku kelas II SMP yang artinya ia adalah adik kelas si Cewek Manis
atau dalam kata ngetrendnya brondong, maka ilfillah si Cewek Manis.
Separuh perasaanya luruh. Tapi ia tidak mau bersedih terlalu lama.
Karena ia tahu dalam waktu dekat ia akan segera bersekolah lagi dan
akan bertemu dengan berbagai cowo lain yang akan jadi gebetan
potensialnya.
Namun si Cewek Manis lupa kalau si Mawor
ternyata satu sekolah dengannya. Huwaduh! *Nepok jidat sendiri!* Maka
pertemuan dengan si Mawor masih sering terjadi. Tadinya si Cewek Manis
berpikir, apa gw coba aja ya sama si Mawor?Dia berondong sih, terus
kenapa? Tokh Nabi Muhammad SAW beda 15 tahun dengan Siti Khadijah
Sungguh agamis ya pemikiran si Cewek Manis itu.....
Tapi itu semua
langsung buyar ketika si Cewek Manis mendapat kabar sana-sini
bahwasanya Mawor adalah anak-anak yang tergabung dalam geng Andi Lala.
FYI, Andi Lala adalah cowok yang terkenal bandel di sekolah kami pada
saat itu. Kenakalannya begitu tersohor karena ia pernah tertangkap guru
karena MEROKOK! Pada saat itu, hal itu merupakan kriminal besar!!! Sama
besarnya kayak bapak gajah kegep selingkuh sama gajah cewek yang lebih
muda di kandang sebelah oleh Ibu Gajah. Tentu saja itu menyebabkan
perang BESAR dalam kandang gajah yang berdampak BESAR terhadap
perkembangan psikologis Anak Gajah. Bingung ga? Yah...pokoknya intinya
itu masalah besarlah.
Si Cewek Manis yang tidak menyukai cowok
bad boy pun langsung ilfil seilfil-ilfilnya. Hilang sudah semua
perasaan manis yang pernah ia pendam untuk si Mawor. Sejak itu ia
sering menghindari Mawor. Tapi yang mengherankannya, si Mawor malah
semakin sering mencuri-curi pandang kepadanya.
Hingga
sampailah pada suatu hari di mana si cewek Manis sedang tertawa riang
saat berjalan pulang sekolah. Tiba-tiba Mawor datang dan ingin ikut
bergabung untuk pulang bersama. Perasaan Cewek Manis mulai tidak enak.
Dan benar saja! Si Mawor menembak Cewek Manis di depan semua
teman-temannya!!!!
Dunia serasa tiba-tiba dihantam hujan
badai. Petir-petir menggelegar di siang hari yang cerah itu.
Teman-teman Cewek Manis langsung saja meneriaki mereka dengan berbagai
teriakan, seperti...
"Ciyeeeeeeeeeeeeeh!"
atau
"Suit suiiiw"
atau
"Prikitiw prikitiiiiiw"
atau
"Kiyuuw kiyuuuuuw! Kiyuw Kiyuuuuw!"
atau
"Eh tukang es tong tongnya lagi ada tuh. Beli nyoooook!"
Maaf yang terakhir itu memang tidak masuk hitungan menyoraki, tapi
Cewek Manis memang mendengar hal itu ketika sedang jalan pulang sekolah.
Singkat cerita, Cewek Manis ga punya pilihan lain. Maka dengan sangat
terpaksa, si Cewek Manis pun menerima ungkapan cinta Mawor dan resmi
menjadi kekasihnya sejak hari itu. Cewek Manis pun sampai rumah dengan
muka murung karena pacar pertamnya adalah orang yang tidak ia sukai.
Namun ia mencoba membesarkan hatinya dengan meyakinkan diri bahwa
hubungan mereka akan baik-baik saja.
Tapi percuma menyangkal perasaan sendiri kalau yang kita reguk hanya penyiksaan diri.
Esok harinya Cewek Manis merasa sangat ga nyaman ketika Mawor menunggu
di ujung jalan untuk pulang sekolah bareng. Cewek Manis menunda-nunda
jam pulangnya dengan harapan Mawor akan capek menunggu dan pulang
dengan sendirinya. Namun apa yang ia harap tak kunjung tiba. Mawor
tetap menunggu dengan sabarnya di ujung jalan. Akhirnya Cewek Manis pun
meminta bantuan Irma untuk mengambil jalan lain sehingga tidak bertemu
dengan Mawor. Mawor tetap menunggu lama Cewek Manis dengan setia, tanpa
menyadari bahwa apa yang ia lakukan hanya sia-sia.
Keesokan
harinya peristiwa yang sama pun terjadi. Cewek Manis rasanya sudah mau
gila karena tidak tahan dengan keposesifan Mawor. Ia pun meminta
bantuan Irma lagi untuk mengatakan kepada Mawor untuk tidak usah
menunggunya dan nanti sore pas jam main, tepatnya setelah acara
Kring-Kring Olala di TPI selesai, Cewek Manis ingin bertemu dengan
Mawor.
Ya! Cewek Manis ingin segera putus dengan Mawor sore
itu. Tapi karena Cewek Manis masih polos dan sangat mengidolakan Spice
Girls yang memberi doktrin Girl Power (dalam artian:kalau cewek
bersatu-padu maka akan timbul kekuatan) maka Cewek Manis akan mengajak
Irma untuk membuat keputusan besar itu.
Sore itu, Cewek Manis,
Irma, dan beberapa teman-teman komplek lainnya telah hadir berkumpul
menunggu Mawor. Mawor akhirnya datang dengan sepedanya. Ketika melihat
Mawor datang naik sepeda, maka Cewek Manis pun meminjam sepeda temannya
yang sedang nongkrong di sekitar situ. Tapi sepeda yang Cewek Manis
pinjam bukan sembarang sepeda. Khusus untuk acara memutuskan cinta ini,
sepeda yang harus Cewek Manis gunakan adalah sepeda yang mempunyai
jalu(potongan besi tambahan yang dipasang di samping roda). Untuk
apakah jalu itu? Untuk membonceng Irma, tentunya!
Maka bersepedalah kita....
Cewek Manis memulai perbincangan dengan....
"Wor, maaf kayaknya gw ga bisa lanjut sama lo. Gw tau ini menyakitkan.
Makanya gw minta maaf. Tapi lo harus bisa hadapi ini semua," ujar Cewek
Manis sambil menyetir sepeda dengan Irma yang dibonceng berdiri di jalu
dan bermuka lempeng.
Karena tidak ingin melihat kesedihan di mata
Mawor dan tak ingin mendengar kata-kata sedih dari Mawor, maka Cewek
Manis pun langsung membelokkan stang sepeda mencari jalan lain dan
meninggalkan Mawor yang bersepeda sendiri dan hanya ditemani oleh sepi.
Setibanya Cewek Manis dan Irma kembali ke yang empunya sepeda,
anak-anak yang lain begitu antusias ingin mengetahui apa yang
sebenarnya terjadi selama bersepeda sore itu. Irma pun tanpa diminta
langsung menjadi publicist yang canggih menceritakan setiap detil
peristiwa tersebut. Cewek Manis sungguh berterima kasih karena diberi
sahabat yang begitu sejiwa seperti Irma. Dan kini ia mengerti kalau
tadi Irma tidak sedang memasang muka lempeng, melainkan muka
konsentrasi mencatat semua adegan yang telah terjadi.
Dan berakhirlah kisah cinta pertama Cewek Manis yang hanya berdurasi 48 jam....
Terlalu pahit untuk dikenang, tapi terlalu lucu untuk dilupakan....
NB: Seminggu kemudian...
Pagar rumah Cewek Manis berbunyi aneh. Bunyinya seperti dilempari batu
yang kecil-kecil. Ibu Cewek Manis keluar dari rumah secara tiba-tiba
sehingga Mawor nggak punya kesempatan untuk melarikan diri. Ibu Cewek
Manis pun memarahi Mawor dengan kalimat kenapa kamu tembakin pagar
rumah saya dengan pistol angin, hah??? Dasar anak nakal! Memangnya saya
pernah nembakin rumah kamu, hah???
Mawor menunduk, kapok, lalu pergi.
Satu hal yang Ibu Cewek Manis tidak ketahui adalah anak perempuan
satu-satunya telah menembaki hati Mawor dengan berbagai panah beracun
yang memberi luka di masa remajanya.