Belajar Tanggung Jawab
24 May 2010 - 15:48 WIB    By : fafafara
3
Seperti apa sih bentuk tanggung jawab itu?

Wujudnya memang nggak bisa dilihat, tapi cuma bisa dibuktikan. Di saat kita ditugaskan untuk melakukan sesuatu, kita harus melakukannya sampai tuntas, dengan baik.

Ada memang, orang yang suka takut menanggung kesalahan, kelalaian, atau malah sekedar malas mengurus hal-hal yang bersangkutan dengan tanggung jawab. Sadar atau nggak, semua hal di atas tadi nggak bisa kita hindari dalam hidup. Kesalahan, kelalaian dan segala urusan itu adalah bagian dari keseharian manusia.

Untuk belajar tanggung jawab, sebenarnya bisa dimulai dan dilihat dari hal kecil. Seperti bikin janji.

Tanggung jawab itu akan terasa ketika aku menyatakan setuju buat ketemuan di satu waktu, dan harus menepatinya.

Soal ini aku punya cerita.
Dulu aku pernah menantang seorang cowok, untuk nyariin link untuk download lagu-lagu musisi indie. Kalau dia berhasil, aku akan traktir dia ngopi di Starbucks.

Tanpa waktu lama, dalam dua hari dia berhasil menemukan link-nya. From that moment on, aku harus cari cara biar bisa menepati janjiku. Karena sebetulnya aku nggak terlalu suka sama cowok ini, dan malas juga mesti ngopi bareng dia..hehehe...

Tapi ini namanya janji. Kita bisa aja sih, batalin kalau memang nggak mau. Masalahnya, setelah kita berjanji, kita harus tanggung jawab sama perasaan orang yang kita ajak janjian. Kita mesti tanggung jawab sama komitmen diri sendiri juga. Bahkan, ada pepatah yang bilang utang akan dibawa mati, kan? Utang janji, mungkin saja tanggung jawabnya sampai mati? Hiiiy...

Lama berselang, teman cowokku itu tak pernah menagih janjiku. Well, harusnya aku lega karena beranggapan dia lupa. Tapi rasanya tetap ada yang mengganjal. Itu muncul dari rasa tanggung jawabku sama perasaan dia. Biar bagaimanapun, dia sudah berbuat baik padaku. Masa aku bisa cuek aja sih?

Suatu kali aku mengajaknya untuk memenuhi janjiku. Awalnya dia menolak, karena alasannya dia sibuk. Tapi aku nggak menyerah! Ini janji dan tanggung jawab. Gimanapun caranya mesti ditunaikan. Bodo amat deh itu aku tujukan ke cowok yang aku sebal. Setelah aku paksa, akhirnya dia mau. Kita ngopi di Starbucks selama dua jam. Orang yang aku benci itu, tiba-tiba menjelma jadi orang yang menyenangkan. Ternyata ngobrol sama dia seru banget! Aku sampai betah.

Sejak hari itu kami jadi dekat..dan jadian sampai sekarang :)) Ternyata menepati janji bisa berbuah manis, ya?

Selain itu, aku jadi dapat pujian dari cowokku. Dia bilang, aku ternyata cukup bertanggung jawab sama janji. Well, jadi ge-er sih :p

Bayangin, ini baru daru satu orang. Gimana kalau kita melakukan ini ke banyak orang? Pasti banyak yang akan merasa senang berada di dekat kita, kan?


 
 

ddiiaann Wrote On 18 Jun 2010
wooo... now I know your history with mr... *sensor* fara ketauan, fara ketauan.. :b
fafafara Wrote On 09 Jun 2010
errrr....*pengsan*
adistidaramutia Wrote On 27 May 2010
aku tahu cowok itu! aku tahu cowok itu! baru-baru ini, cowok itu pakai baju kaya Sultan Al-Rasyid kan? hohohoho Am i smart or what!
Dengan Meng-klik tombol 'kirim' berarti kamu telah menyetujui Privacy Policy dan Disclaimer Kami.