Si Sayang dan Si Untung
19 June 2009 - 12:12 WIB    By : tisam ali
2

Sekitar seminggu yang lalu seorang teman sempat datang super telat. Tumben-tumbenan, lho. Ternyata kereta, kendaraan andalannya, mogok. Jadilah Si teman yang rumahnya di BOGOR itu harus bersusah payah untuk sampai ke markas kita di Kuningan. Menjelang makan siang, akhirnya, si teman tersebut sampai. Ia pun menceritakan kronologis peristiwa “perkeretaan” tersebut plus gimana caranya dia sampai.

“Untungnya,….” kata si temanyang kira-kira mau menceritakan bahwa untung saja di tengah berbagai kekacauan mogok kereta akhirnya ia bisa menemukan taxi, biarpun susah payah. Tapi belum selesai, ia bercerita, teman tersebut menambahkan..

Untungnya” lagi, emang dassar ya gue orang Indonesia banget. Udah kejadian naas segitunya masih aja ada “Untung”nya….hahaha,”


Gue jadi inget cerita tentang Si Sayang dan Si Untung (bukan nama sebenarnya-red), hehe… Pokoknya ada dua orang cewek yang duduk di sekolah dan kelas yang sama, malah mereka lahir di hari yang sama. Pokoknya banyak kesamaan diantara mereka, kecuali nasib mungkin.

Hari itu mereka sama-sama ulang tahun. Si Sayang yang menjadi kesayangan keluarga sudah tentu mendapatkan pesta teristimewa. Halaman belakangnya yang luas di sulap sebagai area open air party. Si Untung juga datang ke ulang tahun Sayang. Soalnya, untung nggak cukup beruntung bisa merayakan ulang tahun sweet 17 nya. Cukup ucapan selamat ala kadarnya dari ortu dan adik semata wayang.

Wajah Sayang yang terpoles sempurna malam itu sempat agak gusar sejenak. Ternyata ia bicara dalam hati…”Hmmm… my Sweet17 party. SAYANG, gue nggak bisa ngerayain di hotel kayak mimpi gue.”

Untung pun juga berkata dalam hati. “UNTUNG aja gue datang ke pesta ini. Biarpun ulang tahun gue nggak dirayain, tapi gue seneng banget bisa ngerasain acara ini”

Nah, saat tiup lilin, Sayang yang didampingi Jo- pacarnya-

Meniup lilin coba make wishes “Baik banget, ya si Jo sudah ngasih kue spesial untuk gue. Dia emang pacar yang oke, ganteng, pengertian…SAYANG..kenapa sih da nggak tinggi. Padahal gue yakin banget prince charming gue itu yang tinggi, sporty, pemain basket gitu. Kenapa cewek-cewek lain bisa dapetin cowok yang sempurna. Nggak kayak gue”

Di saat yang hampir bersamaan, Untung pun ikutan berdoa dalam hati dan dari kejauhan. Soalnya, kan hari ulang tahunnya sama, jadi mungkin magic spell-nya bisa untuk berdua, hehe… Gumam Untung “Semoga tahun ini akhirnya gue bisa punya cowok…nggak cuma sekedar deket terus nggak berlanjut…Kayak Vino yang anggep gue teman. Tapi, UNTUNG juga, ya gue ketemu Vino. Biarpun gue kecewa, at least dia bikin gue tahu rasanya sayang sama cowok.”

“Selamat, ya Say. cantik banget, deh kamu malam ini. Pangling banget!” Segerombolan cewek menyapa Sayang. Sayang memang seneng banget atas segala perhatian yang ditujukan padanya… pokoknya semua berjalan nyaris sempurna. SAYANGNYA, ada beberapa undangan yang dia yakin nggak tulus, bahkan kesini hanya untuk “menilai” dirinya. SAYANGNYA lagi, meskipun banyak orang memuji penampilannya, ia tahu banget untuk “level” sempurna, ia masiiiih jauuuuuuh banget. Bodynya nggak se keren Vinda, wajahnya nggak mulus berat kayak Sisy…meskipun beribu orang memuja, ia tetap tahu dimana kekurangan dirinya.Huh!

“Wah, cantik banget ya si Sayang!” Untung berdecak mengagumi temannya itu. Penampilannya Untung sendiri memang tergolong kelas biasa-biasa saja, nggak ada yang istimewa. Namun komentar beberapa orang saja tentang ia yang tampil manis dengan rok cukup melambungkan hatinya. “UNTUNG saja aku pilih rok ini, biarpun modelnya udah out of date tapi gue masih lumayan pantas pakainya.Maklum koleksi “baju cewek” gue kan minimalis” pikir Untung.

Malam harinya, Untung tidur pulas. Seharian ini memang cukup melelahkan baginya. Dari harus remed dua pelajaran di pagi harinya, baju yang sudah dia siapkan untuk ulang tahun Sayang nggak sengaja dicuci ibu, sampai terpaksa harus nunggu lama di depan halte sekolah untuk bisa nebeng ke ulang tahun Sayang. Tapi inipun hari ulang tahunnya. Biarpun sama sekali nggak dirayakan ia merasa sangat BERUNTUNG punya keluarga yang selalu ingat. Bahkan ia pun cukup BERUNTUNG sempat merasakan ulang tahun temannya Sayang. Masalah remedial, ia memang bukan siswa yang cemerlang, tapi ia yakin kok ia bisa memperbaiki. UNTUNG saja gurunya masih memberinya kesempatan. Tersenyum dalam tidurnya, Untung merasa jadi orang paling BERUNTUNG di dunia.

Sementara Sayang juga sudah tertidur di ranjangnya yang amat nyaman. Hari ini hari yang istimewa untuknya. Ada kado istimewa dari orang terdekat, pesta luar biasa, dan penampilan Sayng cantik jelita. Sayang memang nggak jadi “Sang Putri Sehari”. Karena kalau diperhatikan, hari-hari lain ia sama “bersinar”nya, kok. Punya banyaaak teman, nilai bagus, wajah di atas lumayan, pacar rupawan….dan wan-wan lainnya. SAYANGYA, menurut sayang, ia nggak cukup pintar sampai-sampai ia nggak pernah menembus rangking dua besar selama SMA, ia pun MENYAYANGNKAN satu dua jerawat yang doyan banget tampil di wajahnya, Punya Pacar yang ia sangat sayang, tapi SAYANGNYA bukan soulmatenya, dan segala macam rencananya yang nggak pernah bisa 100 persen sesuai rencana. “Hidup benar-benar nggak adil” jerit Sayang dalam benaknya. Bantal bulu angsa Sayang pun masih lembab berkat air mata yang menemaninya hingga tertidur tadi. Dalam mimpi pun Sayang masih terisak.


So, mau jadi Si Sayang atau Si Untung?


 
 

tisam ali Wrote On 02 Jul 2009
Hehehe... iya ya, nggak "cape hati" dan selalu happy.... aku mau coba belajar spy bisa niru Untung... kayak kamu:)
CindyyPM Wrote On 02 Jul 2009
Si Untung aja deh.. Hehehe
Dengan Meng-klik tombol 'kirim' berarti kamu telah menyetujui Privacy Policy dan Disclaimer Kami.