Siapa bilang kalau berteman akrab itu harus setiap hari
ketemu dan berkomunikasi setiap saat. Buktinya gue punya beberapa teman dekat
yang jarang banget ketemu, tapi selalu memberi kabar dan nggak pernah lupa
untuk saling mendukung di saat-saat yang penting. Contohnya adalah teman-teman
SMA dan kuliah gue. Memang sejak lulus dari dua jenjang pendidikan itu, kita
memang jarang banget ketemu karena sibuk sama urusan masing-masing. Tapi, kita
selalu berusaha untuk meluangkan waktu di moment spesial, misalnya pesta ulangtahun
atau acara nongkrong bareng.
Nah, kebetulan di weekend kemarin salah satu teman kuliah
gue yang sedang S2 di Korea liburan ke Indonesia dan dia mengajak untuk
nongkrong bareng. Karena lagi ribet sama urusan kantor, gue lupa dong sama
janji ketemuan sama teman-teman kuliah gue ini. Alhasil, di hari minggu siang
itu gue yang lagi enak-enakan tidur terbangun oleh suara deringan HP. Pas dicek
ternyata di HP gue udah ada beberapa miss call dari teman-teman kuliah gue. Dengan
polosnya gue telpon balik untuk bertanya “Ada apa?”. Dan langsunglah kena
semprot sama teman gue “Elo dimana?! Ini udah jam 3, kan kita janjian kumpul jam
2!” Omigot! Langsung dong, gue lompat
dari tempat tidur dan berusaha menenang teman-teman gue supaya jangan marah
karena gue beneran lupa!
Sumpah hari itu rasanya gue pengin banget punya peralatan
Doraemon yang bisa membuat gue cepet sampai ke restoran tempat kumpul. Untungnya
pacar tersayang mau dong diminta tolong dadakan mengantarkan diriku di tengah
hujan lebat. (Ternyata pacar berbakat juga jadi Doraemon, hehehe). Tapi, karena
hujan besar, jalanan pun macet berat. Akhirnya dengan pasrah gue menelpon
teman-teman gue dan meminta mereka nggak usah menunggu gue karena bakalan lama
banget sampainya. Reaksi mereka sih di telpon cuma bilang, “Ya udah elo datang
aja.” Jadi, gue tetap menuju ke lokasi, kalau pun mereka udah pulang, ya gue
hang out aja di sana sama pacar.
Dan ternyata pas sampai lokasi, semua teman-teman gue
masih komplit, lho menanti gue datang. Sampai terharu gue melihat mereka dengan
sabarnya menunggu gue. Bayangkan janjiannya jam 2, sedangkan gue sampai sana
jam 6 sore. Berarti mereka menunggu gue 4 jam. Waktu gue tanya kenapa rela sih
nungguin gue selama itu. Dengan simplenya mereka menjawab; “Karena kangen sama
elo.” Ya ampun langsunglah gue meminta maaf sambil berurai air mata ( bo’ong
ding, yang benar sih sambil ketawa dan berusaha melarikan diri dari tabokan
teman-teman gue. Hihihi)
Tapi, dari sini gue belajar sesuatu bahwa teman
sejati nggak akan pernah merasa bermasalah berkorban demi diri kita. Dan bahkan
meskipun kita sudah menyusahkan, mereka tetap punya segudang maaf untuk kita.
Tapi tentunya dengan tambahan nasehat; “Jangan diulangin lagi, ya! Ngerepotin,
tahu!” Iya, deh….