jatuh cinta, patah hati, bangkit dari cinta
17 March 2010 - 11:55 WIB By : yayasitanggang
3Sebulan yang lalu ngobrol dengan seorang teman:
Teman: Gue jatuh cinta, nih. Hahaha... Senangnya
Gue: Hmmm... baguslah... sama siapa?
Teman: (bla-bla bercerita tentang cinta barunya itu dengan mata berbinar dan semangat 45)
Seminggu yang lalu bertemu si teman yang sama:
Gue: gimana cinta baru lo?
Teman: Gue patah hati. Gue sedih banget sekarang..
Gue: Kok bisa? Kenapa?
Teman: .... (bercerita terpatah-patah dengan pandangan kosong)
Kesimpulan: Kalau dipikir-pikir nyaris segala hal yang berhubungan dengan cinta itu, kurang "menyenangkan". Dari pemilihan katanya saja hal ini udah terlihat: JATUH cinta, PATAH hati. Kalau kita jatuh, rasanya pasti sakit (sedikit atau banyak), kalau patah rasanya juga nggak enak; bisa bikin cuma meringis atau menangis. Lalu, ada fase selanjutnya yang juga butuh usaha keras: BANGKIT dari Cinta... Waduh, lebih susah lagi tuh. Karena besar kemungkinan kita bisa JATUH, PATAH lagi, saat BANGKIT. Tapi, yang namanya manusia tuh, emang suka menyiksa DIRI SENDIRI. Makanya, jatuh, patah, dan bangkit lagi, semuanya nggak masalah. NIKMATI saja, begitu kata mereka.