Sejarah 1!

 
 
Hihihi, tampang GADIS edisi perdana ini memang jadul banget, ya! Tapi kalau nggak ada edisi perdana tersebut, nggak akan mungkin ada edisi keren seperti yang ada di tangan kamu sekarang ini. Itulah proses. Sejak tahun1973, sudah begitu banyak hal yang GADIS lewati. Sudah begitu banyak pula kisah senang, sedih, lucu, penuh semangat yang terlalui. Tapi satu hal yang nggak berubah dari GADIS: dari dulu sampai sekarang GADIS tetap selalu berusaha jadi sobat terbaik buat kamu semua, remaja cewek Indonesia.
 
 
 
Inilah kalimat legendaris yang selalu diucapkan Ibu Pia Alisjahbana, tentang Majalah GADIS. Setelah menerbitkan majalah untuk wanita dewasa, Femina, bersama Ibu Mirta Kartohadiprodjo, Ibu Widarti Gunawan, dan Ibu Atika Makarim, pada September 1972, Ibu Pia pun meluncurkan majalah untuk remaja cewek, GADIS, pada November 1973. Di rumahnya yang terletak di Jalan. Sukabumi No. 36, Jakarta Pusat, Ibu Pia menggarap GADIS bersama sahabat-sahabatnya dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Menurut Ibu Pia, “Anak-anak perempuan yang masih muda, butuh majalah dengan isi bacaan yang bisa meningkatkan wawasan, menghibur, sekaligus trendy.” Konon, sebelum sepakat memilih nama GADIS, sempat tercetus beberapa nama yang sangat Indonesia, seperti Nina, Uni, atau Pingkan. Tapi akhirnya dipilih GADIS, karena dianggap lebih netral.
 
1 | 2 | 3 | 4
Bookmark and Share
 

Maaf...
Setuju nggak, kalau ada ungkapan yang bilang forgiven is not forgotten?
Nggak setuju. Kalau sudah minta maaf, berarti masalahnya sudah benar-benar selesai.
Setuju. Walaupun sudah memaafkan, kejadian itu nggak pernah bisa dihapus dari memori.




 
Ada teman yang lagi butuh tempat untuk curhat. Biar ceritanya lebih nyaman, kamu bisa ajak dia ketemuan di tempat yang cozy seperti cafe. 

Woohoo, gayung bersambut! Gebetan sepertinya mulai tertarik tuh, sama kamu. Tetap tenang dan jangan agresif! 

Coba catat semua pengeluaranmu, deh. Biar kamu bisa lihat seberapa besarnya. Semoga setelah itu, kamu jadi lebih bijak memakai uangmu. 

Perubahan ke arah yang lebih baik nggak harus selalu dimulai dari hal besar, kok. Kamu boleh memulainya dari hal yang sederhana. 

Stop menunggu inisiatif dari dia! Mulai sekarang, kamu dong yang bergerak dan bikin ide-ide seru. Kalau acara berduaannya asyik, kan kamu juga yang senang. 

Ada perbaikan di sektor keuanganmu. Pertahankan! 

Kelebihan yang kamu punya, bikin semua orang mengandalkanmu. Nggak usah bete! Anggap saja itu sebagai tantangan buat kamu. 

Kenapa sih, akhir-akhir ini kamu gampang terbawa emosi kalau berhadapan sama pacar? Dia sedih, lho melihat kamu nggak sabaran begitu. 

Nggak ada salahnya banyak-banyak memberi ke orang lain. Rejekimu dijamin tambah lancar! 

Sepertinya kamu butuh relaksasi, nih. Coba deh, istirahat sejenak di sela-sela kesibukanmu. 

Harus bagi waktu, nih buat pacar, keluarga, dan teman-teman. Walaupun sering dilanda kangen sama pacar, tapi bukan berarti harus dituruti terus, lho. 

Duh, susah ya menahan nafsu belanja? Apalagi menyambut libur lebaran begini. Eits, rem sedikit keinginanmu kalau mau keuanganmu selamat sampai liburan usai. 

 

11 Sep 2010

Festival Mahler Festival: Adagietto di Esplanade Theater on the Bay, Singapura

13 Sep 2010

13 Agustus - 13 September: Pameran Fotografi Anak-Anak Kita Di Beranda Terdepan Nusantara di Galeri

19 Sep 2010

13 Agustus - 19 September: Festival Ramadan Rhapsody di Grand Indonesia Jakarta