|
| Hihihi, tampang GADIS edisi perdana ini memang jadul banget, ya! Tapi kalau nggak ada edisi perdana tersebut, nggak akan mungkin ada edisi keren seperti yang ada di tangan kamu sekarang ini. Itulah proses. Sejak tahun1973, sudah begitu banyak hal yang GADIS lewati. Sudah begitu banyak pula kisah senang, sedih, lucu, penuh semangat yang terlalui. Tapi satu hal yang nggak berubah dari GADIS: dari dulu sampai sekarang GADIS tetap selalu berusaha jadi sobat terbaik buat kamu semua, remaja cewek Indonesia. |
| |
| Inilah kalimat legendaris yang selalu diucapkan Ibu Pia Alisjahbana, tentang Majalah GADIS. Setelah menerbitkan majalah untuk wanita dewasa, Femina, bersama Ibu Mirta Kartohadiprodjo, Ibu Widarti Gunawan, dan Ibu Atika Makarim, pada September 1972, Ibu Pia pun meluncurkan majalah untuk remaja cewek, GADIS, pada November 1973. Di rumahnya yang terletak di Jalan. Sukabumi No. 36, Jakarta Pusat, Ibu Pia menggarap GADIS bersama sahabat-sahabatnya dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Menurut Ibu Pia, “Anak-anak perempuan yang masih muda, butuh majalah dengan isi bacaan yang bisa meningkatkan wawasan, menghibur, sekaligus trendy.” Konon, sebelum sepakat memilih nama GADIS, sempat tercetus beberapa nama yang sangat Indonesia, seperti Nina, Uni, atau Pingkan. Tapi akhirnya dipilih GADIS, karena dianggap lebih netral. |
| | 1 |
2 |
3 |
4 | |