Cerpen Cantik Citra (1) Ugly duck or Ugly ‘luck’

by :
Posted : June 21, 2010
ditulis oleh :
Risty Tagor, pemain sinetron

Maura, Keisha dan Cathy memang nggak bisa terpisahkan. Meski mereka beda kelas, dan beda karakter tetapi persahabatan mereka tetap kompak dan saling mendukung satu sama lain. Baru-baru ini Maura si Penggila olah raga lagi jatuh cinta yang akhirnya membuat dua sahabatnya harus turun tangan. Keisha yang memang mencintai fashion berusaha untuk mengubah penampilan Maura yang cenderung tomboy, sementara si Kritikus Cathy merasa Maura nggak menjadi dirinya sendiri.
***

Mata Maura menerawang persis ke arah cowok ganteng yang lagi latihan basket di depan lapangan. Tiba-tiba sosok cewek putih, tinggi semampai, rambut tergerai sebahu merusak imajinasinya. “Ya Tuhan…ngapain lagi dia ada di situ, merusak pemandangan aku aja,” ia pun menggerutu sendiri.

“Eh, bengong di depan toilet umum. Nanti kesambet setan toilet, baru tahu lho…” tegur Keisha yang mendadak muncul dari arah belakang. “Masih aja mau bersaing sama Laura cewek high maintenance itu? Udah deh Ra, dia itu nggak selevel sama kamu. Fisiknya memang ok, tapi kan kamu jauh lebih berbakat dari pada dia,” hiburnya.

“Yah apa artinya aku jago main basket kalau ternyata malah bikin aku kelihatan nggak kayak cewek pada umumnya yang terlihat bersih, rapi, trus feminim,” tutur Maura yang belakangan lagi nggak pede banget dan merasa jadi the ugly duck.  

“Hei, kalau urusan penampilan serahin sama aku. Kamu juga cantik kok, kamu cuma  perlu lebih perhatian sama tubuh dan penampilan. Nanti sore pergi sama aku ya, kita bikin proyek make over ok?” Keisha yang emang demen fashion merasa tertantang untuk mengubah penampilan sahabatnya.
***

Proyek Keisha memang jempolan, keesokan harinya di sekolah, penampilan Maura berhasil menarik perhatian banyak orang. “Wah…ada apa, kenapa neh? Kok beda banget, tapi jadi mirip sama…sama….Laura..hehe..” Ledek Cathy yang tahu temennya ini paling sebel sama Laura. “Eh enak aja, aku tuh cuma pengen tampil beda aja kok dari biasanya..” belanya.

“Iya, kok kamu nggak dukung sih. Maura itu udah mau lebih peduli sama penampilan, kita hargai dong...cewek kan memang harus gitu.” Keisha nggak rela hasil kerja kerasnya diejek Cathy.

“Iya…iya…aku becanda kok. Kamu memang kelihatan cantik Ra, tapi ini bukan gaya kamu, dengan rambut hair extension, flat shoes, tote bag? Kamu kelihatan nggak santai. But anyway…you look great,” puji Cathy. “Gimana kabar pertandingan basket pekan depan? “Semangat latihannya ya!”

“Hhmm…kayaknya aku nggak latihan dulu deh…aku agak malas ah panas-panasan, gerah, belum lagi nanti kulit aku tambah gelap,” tandas Maura.

Lho kok jadi kalah sama matahari, masa cuma karena pengen memberi kesan sama Daniel, kamu malah jadi nggak asyik gini sih, ini kan buat sekolah kita Ra, dan kamu kan salah satu pemain terbaik kita.” Cathy terdengar mulai sewot.
***

Maura rupanya bersikeras nggak mau berpanas-panasan. Penampilannya pun mulai mengganggu teman satu tim-nya. Maura menggunakan kaos lengan panjang, celana panjang dan topi pantai saat latihan basket. Belum lagi kalau waktu istirahat, ia lari paling cepat ke pinggir lapangan biar nggak kepanasan. “Ra, kamu kenapa sih? Pertandingan sudah mulai besok, kamu malah kelihatan repot sendiri dan nggak gabung sama tim. Kalau gini terus, terpaksa kamu bakal ada di bangku cadangan,” ujar Karen, kapten tim dengan tegas.

Ucapan Karen sontak membuat Maura merasa marah, sekaligus malu dan gengsi berat untuk membela diri. Meski ia berusaha untuk tampil lebih cantik ternyata nasib buruk tetap tetap saja mendekatinya. “Bebas dari ugly duck, welcome ugly luck!         What a live…” ucapnya menghela napas.
***

Pertandingan antara SMU Pratama dan SMU Bakti Dharma pun berlangsung seru. Semua supporter dari kedua SMU hadir dan saling menyoraki jagoan mereka. Di sudut bangku pemain, Maura duduk sembari memperhatikan permainan tim-nya yang menurutnya kurang memuaskan. Ia pun mulai mengoceh sendiri,” ambil..ambil…yah payah. Coba aku ada disana...” baru beberapa detik, ia mulai menggerutu lagi, “tembak...akh...meleset,” tanpa sadar ia meloncat dan teriak paling keras.

Dari bangku belakang tiba-tiba Cathy dan Keisha mendekati Maura. “Ra, kamu harus masuk ke tim. Demi sekolah kita Ra! Ayo dong Ra, kemana Maura yang gila basket dan selalu ingin menang. Takdir kamu bukan untuk duduk di bangku cadangan Ra,” ucapan Cathy membuat dada Maura seperti diberikan bogem mentah.

Maura mulai memperhatikan penampilannya dari ujung kaki dan menyadari bahwa dia sudah berubah menjadi orang lain dan mengorbankan potensi dalam dirinya hanya untuk cowok yang nggak lebih penting dari pada tim-nya. “Tapi…” Maura belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Keisha langsung menyodorkan baju basket Maura dengan Citra Lasting White Extra di atasnya. “Nih, kamu nggak perlu lagi khawatir kulit kamu bakal menjadi gelap, apalagi kelihatan kusam dan nggak terawat. Pakai ini dan tunjukin diri kamu yang sebenarnya. Kamu pasti bisa Ra!” ucap Keisha memberi semangat.

Tanpa ragu Maura langsung lari ke kamar ganti, mengganti semua pakaian panjangnya dengan seragam basket. Rasa percaya diri Maura kembali lagi. Sebelum bertanding Maura menggunakan Citra Lasting White Extra yang harumnya nggak cuma membuat ia lebih rileks tapi juga bersemangat sekaligus.

Setelah bernegosiasi dengan Karen, Maura pun kembali ke tim. Semua bersorak atas aksi Maura yang akhirnya menarik perhatian Daniel. Tim SMU Pratama pun menang telak dengan skor 65-48. Semua teman-teman bersorak untuk kemenangan tim dan kembalinya Maura.

Usai pertandingan, Maura, Keisha dan Cathy berencana untuk merayakan kemenangan mereka di kantin Bu Marni sambil minum smoothies yang bikin seger. Tiba-tiba Daniel menghampiri mereka yang sedang berjalan ke kantin Bu Marni

“Hai, aksi kamu tadi keren banget. Thanks ya...udah bikin sekolah kita menang. Hampir saja aku berpikir kita bakal kalah di kandang sendiri. Aku Daniel, kalian mau kemana?” tutur cowok tinggi idaman Maura.

“Thanks…Maura.” Seolah mulutnya terkunci dan tubuhnya membeku, tidak tahu harus bereaksi seperti apa. “Kita tadinya mau nemenin Maura merayakan kemenangan makan di kantin Bu Marni tapi kebetulan aku sama Keisha ada keperluan mendadak mau ke ruangan guru dulu, mungkin kamu bisa temenin nanti kita nyusul,” Cathy nggak mau kesempatan ini hilang begitu saja karena Maura yang jadi super kaku.

“Boleh banget…” Daniel pun dengan santai berjalan bersama Maura dan ngobrol seru seputar basket. “Nanti kita nyusul ya….” Ledek Keisha sambil mengacungkan jempol saat Maura menoleh.

Maura akhirnya nggak jadi ugly duck ataupun cewek dengan ugly luck. Maura sadar potensi yang dimilikinya adalah kelebihan yang harus disyukuri. Lalu bagaimana dengan kisah Keisha dan Cathy, yang nggak sadar kalau mereka juga memiliki potensi yang berbeda. Simak juga 2 Cerpen Cantik Citra yang lainnya (lihat link-nya di bawah).

Lihat Cerpen Cantik Citra lainnya :
(2) - Si Jadul yang Gaul
(3) - Sibuk nggak harus buruk



polling

Cerpen Cantik Citra (1) Ugly duck or Ugly ‘luck’

kata zodiak

Aquarius

Aquarius

Pacar mulai nggak mau mendengarkan pendapatmu, nih!
Pisces

Pisces

Ada simpanan untuk bersenang-senang.
Aries

Aries

Aktif ikut kegiatan di sekolah juga bisa menambah pengalaman dan teman, lho!
Taurus

Taurus

Bersyukurlah kamu punya pacar yang super sabar.
Gemini

Gemini

Masih cukup dana untuk melakukan hobimu.
Cancer

Cancer

Kejutan-kejutan kecil membuat hubungan kalian semakin berarti.
Leo

Leo

Boleh saja mengenang masa lalu. Tapi, harus tetap bisa move on, ya!
Virgo

Virgo

Ada pengeluaran yang terduga yang cukup besar, nih!
Libra

Libra

Bersikap manis memang bagus. Asal jangan berlebihan.
Scorpio

Scorpio

Sekali-kali gunakan logikamu, ya. Jangan hatimu saja.
Sagitarius

Sagitarius

Wajar kok, kalau kalian sering berantem di awal pacaran.
Capricorns

Capricorns

Kebiasaanmu membuang-buang uang muncul lagi, nih! Duh!
 
Next >   

More
© 2019 Gadis Femina Group. All Rights Reserved. | By fdvs team.

Hi  Kamu belum login!