Dari Mana Sih, Asal-Muasal THR?

by : Theyta van Broekema
Posted : June 8, 2018
Mungkin kamu sudah familiar dengan istilah THR atau Tunjangan Hari Raya. Yup, THR ini adalah hal yang sangat lazim diberikan saat bulan puasa menuju hari Idul Fitri. Tapi, kamu tahu nggak, asal-muasal THR, sejarahnya, dan cara penghitungannya? Yuk, intip informasinya di sini!

Bukan hari raya namanya kalau tanpa THR. THR yang merupakan kependekan dari Tunjangan Hari Raya, merupakah ‘gajian’ yang diberikan kepada karyawan atau para pekerja dengan hitungan tertentu sebelum hari-H hari raya Idul Fitri.

THR ini merupakan sesuatu yang dinanti-nantikan, karena momen ini layaknya ‘gajian’ dua kali bagi para calon penerimanya. Tahu nggak, sih? sebenarnya THR memang merupakan hak para karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan, lho. Di balik hal itu, ada sejarah yang cukup rumit tentang THR.

Pada awalnya, THR digagas oleh Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Indonesia ke-6 yang bernama Soekiman Wirjosandjojo. Beliau yang juga merupakan tokoh Masyumi ini, awal mulanya hanya memberi THR pada pegawai di akhir bulan Ramadhan untuk menyejahterakan PNS (Pegawai Negeri Swasta).

Nominal yang diberikan mulai dari Rp125,- sampai Rp200,-. Mungkin nominal ini terlihat kecil. Namun pada masa penjabatannya di tahun 1950-an, nominal ini ternyata lumayan besar, lho!

Kalau kita ukur dengan kurs dollar saat ini dan tingkat kenaikan inflasi selama 50 tahun terakhir, maka uang ini bisa dinilai lebih dari Rp1 juta. Selain itu, Soekiman Wirjosandjojo juga kerap memberikan tambahan beras dan bahan pokok lainnya.

Setelah Soekiman Wirjosandjojo memberlakukan sistem THR tersebut, banyak masyarakat Indonesia khususnya para buruh yang kurang setuju. Mereka berpikir bahwa pemerintah kurang adil terhadap kesejahteraan masyarakatnya.

Buruh-buruh tersebut berdalih bahwa selama ini mereka telah bekerja keras, tapi nasib mereka tidak berubah. Inilah yang menimbulkan kesenjangan ekonomi masyarakat.

Protes pemberian THR di kabinet tersebut, akhirnya merembet pada aksi mogok para buruh. Ada pula asumsi bahwa Soekiman Wirjosandjojo bukan hanya ingin menyejahterakan PNS, namun ada pula tujuan politik lain di balik itu.

Protes tersebut sepertinya berbuah manis. Karena dalam praktiknya, THR telah menjadi hak dari seluruh pekerja di Indonesia. Hal ini pun telah diatur di dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Dalam Undang-Undang tersebut, telah tercantum pula cara perhitungannya. Untuk seorang pekerja yang memiliki waktu kerja minimal satu tahun di tempat kerjanya tersebut, maka THR-nya akan sesuai dengan nominal gaji satu bulan kerja. Sementara jika masa kerja belum mencapai 12 bulan, maka tunjangan diberikan secara proporsional.

Kalau kita lihat-lihat, ternyata perjalanan ‘THR’ panjang juga, ya. Dan, Bapak THR Soekiman Wirjosandjojo ini sangat berjasa dalam menyejahterakan para pekerja di Indonesia.

Editor: Fransiska Soraya - Foto: Dok. Pexels

Baca juga:
 

Topic

#Trivia

polling

HUT Jakarta

Yang langsung terlintas di pikiranmu saat mendengar “Jakarta” adalah…

kata zodiak

Aquarius

Aquarius

Duh, lagi-lagi dia membatalkan janjinya
Pisces

Pisces

Mulai tergiur dengan fashion item keluaran terbaru, nih! Tapi ingat, bulan ini waktunya untuk berhemat!
Aries

Aries

Hubungan dengan pacar mulai diuji.
Taurus

Taurus

Peduli, boleh. Tapi jangan sampai terlalu dalam mencampuri urusan orang, ya!
Gemini

Gemini

Waktunya menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga.
Cancer

Cancer

Jangan lupa untuk jaga kesehatan.
Leo

Leo

Ingat, sobat akan bosan jika kamu selalu mengeluhkan hal yang sama.
Virgo

Virgo

Untuk me-refresh hubungan dengannya, coba lakukan hal positif yang seru, deh.
Libra

Libra

Oh no! Perlu bantuan orang terdekat untuk membantumu mengatur pengeluaran, nih!
Scorpio

Scorpio

Kesabaranmu selama ini akan membuahkan hasil dalam waktu dekat.
Sagitarius

Sagitarius

Main bareng teman sih, boleh-boleh saja. Tapi jangan sampai pendidikanmu jadi terbengkalai.
Capricorns

Capricorns

Deg-degan. Gebetanmu selama ini ternyata memberikan sinyal yang baik pula.
 
Next >   

More

Hi  Kamu belum login!