Cerita Lebaran Yura Yunita

by : Mariska Tracy
Posted : July 18, 2015
Bagi Yura Yunita, Lebaran adalah momen yang ia gunakan untuk berkumpul bersama keluarga besar. Jadi, jika hari itu tiba, penyanyi lagu Berawal dari Tatap ini enggan menerima job. Yura juga punya tradisi untuk pulang ke kampung halamannya.
 
“Aku nggak pernah tuh, Lebaran di Jakarta. Pasti, aku bakal ke Bandung atau Sumedang untuk berkumpul bersama keluarga. Hehehe… Karena, keluarga besarku tinggal di Bandung dan Sumedang.
 
Kalau lagi kumpul dengan keluarga besar ketika Lebaran, pasti ada tradisi nyanyi. Karena, bukan hanya aku yang suka musik, tapi anggota keluarga lain juga suka musik. Biasanya, di ruangan kami berkumpul itu ada layar teve besar, piano, sound system dan banyak mic. Semuanya digunakan untuk karaoke. Semuanya wajib menyanyi. Yang nyanyi pertama kali itu biasanya kakek dan nenek, terus lanjut ke anak mereka, menantu, baru deh, kami cucu-cucunya yang nyanyi. Hihihi…
 
Selain nyanyi, yang seru ketika Lebaran itu adalah makan makanan enak! Aku bisa makan ketupat, opor ayam, sambal goreng kentang, peuyeum (tape singkong) dan lain-lain. Sebenarnya, makanan seperti itu banyak dijual di mana-mana ketika Lebaran, tapi nggak ada yang seenak buatan keluargaku kayaknya!
 
Karena sudah dewasa dan bekerja, aku sudah nggak terima angpao lagi ketika Lebaran. Malahan, aku yang wajib kasih ke adik-adik atau keponakan yang masih kecil. Nggak apa-apa deh, biar mereka senang saja. Soalnya, aku kalau pulang dari Jakarta nggak bawa oleh-oleh. Habisnya, aku bingung mau beli apa. Toh, barang-barang yang ada di Jakarta sepertinya sama saja kayak di Bandung. Editor: Fransiska Soraya – Wardrobe: @loubelle_shop – Foto: Irvan Arryawan